Blogger news

kunjungan blokbojonegoro.com di ma abu darrin

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label moslem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label moslem. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2011

PESAWAT CIPTAAN ALLAH SWT LEBIH CANGGIH DARI PADA PESAWAT PENEMUAN MANUSIA

Sebelumnya mari kita ketahui kronologi ditemukannya pesawat terbang. Ada dua kategori pesaawat terbang, yaitu yang lebih berat dari udara dan lebih ringan dari pada udara. Pesawat terbang yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900.

Itulah sejarah singkat ditemukannya pesawat.

Lalu apakah ciptaan Allah SWT yang lebih dulu dan lebih canggih dari pada pesawat terbang???
Mahluk hidup yang diciptakan Allah, lebih awal dan lebih canggih itu dinamakan Burung. Perhatikan saja gambaran burung dengan pesawat, keduanya memiliki kemiripan yang begitu banyak. burung sudah ada jauh sebelum adanya manusia modern, jadi jauh sebelum manusia menemukan pesawat terbang. Burung memiliki kepala, sayap, kaki dan ekor, begitu juga dengan pesawat terbang yang memiliki komponen tersebut. Namun pernahkah kita berfikir bahwa burung memiliki keistimewaan yang begitu menakjubkan dibanding pesawat.

Keistimewaan pertama terletak pada sayap burung. Sayap burung dapat di dilipat ketubuhnya saat dalam keadaan santai (tidak pada waktu terbang) bandingkan dengan sayap pada pesawat. Selain itu sayap burung adalah multi fungsi, disamping untuk terbang, sayap tersebut juga berfungsi sebagai alat pertahanan diri saat terancam, selain itu dengan adanya bulu-bulu, sayap juga dapat berfungsi untuk menghangatkan suhu tubuhnya saat temperature dingin.

Keistimewaan kedua yang dimiliki burung adalah, burung tidak perlu lapangan terbang saat akan terbang.  perhatikan bagaimana burung saat mau tinggal landas (saat akan terbang). Burung tidak perlu lintasan yang begitu jauh saat akan tinggal landas. Ia hanya butuh satu lompatan lalu terbang.

Selain keistimewaan-keistimewaan dari morfologi luar, burung juga memiliki keistimewaan yang menkjubkan jika dilihat dari anatomi tulangnya. Seperti halnya mahluk hidup lainnya, tubuh burung “disangga” oleh rangka tulang. Tapi tahukah kamu, bahwa tulang burung tidak seperti tulang mahluk hidup lainnya. Tulang burung ringan, bahkan pada beberapa burung (burung Friget), berat seluruh tulangnya masih lebih ringan dari berat seluruh bulu-bulu nya.  Namun walaupun ringan, tulang burung juga tetap kuat.
Sungguh Allah memang telah menciptakan konstruksi yang cerdas, kuat dan ringan, seperti halnya kemudian ditiru oleh manusia pada bengunan rangka besi untuk jembatan, menara besi, dan juga rangka sayap pesawat terbang.
Itulah tulisan singkat bagaiman cipataan Allah yang sungguh menakjubkan. Manusia tidak akan mungkin dapat mengalahkan kecanggihan dari ciptaan Allah SWT. “sesungguhnya Allah SWT adalah sebaik-baik pencipta”
burung dan peasawat terbang

Rabu, 18 Mei 2011

hakekat do'a


Bismillahirrohmanirrohiim…
Kita akan berbicara masalah do’a. Bagi orang islam, berdo’a adalah merupakan perintah dari Allah SWT, yang mana sebagai hambanya kita wajib untuk melaksanakannya. Hal tersebut Sebagaimana yang telah disebutkan dalam al-qur’an yang artinya “berdo’alah kepadaku, niscaya aku (Allah) akan mengabulkannya".(QS. 40 : 60)
Jika kita menghayati ayat tersebut, maka isi dari ayat tersebut adalah sebuah perintah bagi kita untuk berdo’a kepada Allah SWT. Nah, yang namanya perintah, maka kita melaksankannya pun juga harus karena alasan perintah, bukan hal lain. Namun kebanyakan dari kita, tujuan (hati) kita berdo’a adalah bukan menjalankan perintah Allah. Masih banyak dari kita yang berdo’a, hanya karena mengharapkan sesuatu yang di inginkan oleh hatinya ataupun hawa nafsunya, atau mungkin kita berdo’a hanya pada saat kita mendapatkan suatu masalah yang dirasa sulit untuk dipecahkan oleh akal kita sehingga kita meminta bantuan oleh Allah.
Masih banyak diantara kita yang berdo’a tanpa memandang hakekat do’a sendiri itu apa. Bahkan bukan tidak mungkin juga diantara kita ada yang hatinya merasa tidak terima dengan keputusan Allah, hatinya masih ragu dengan janji-janji Allah (naudzubillah). Hakekat do’a sendiri adalah sebuah perintah atau tugas bagi kita. Nah, yang namanya tugas, kita senantiasa dituntut untuk mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Masalah kapan do’a kita dikabulkan dan dalam bentuk apa do’a kita dikabulkan, itu bukan urusan kita, itu adalah urusan Allah. Hal ini dapat di jadikan permisalan antara MAHASISWA dan DOSEN. Ketika mahasiswa mendapat tugas dari dosen maka tugas seorang mahasiswa adalah mengerjakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Sedangkan masalah benar salahnya, Dosenlah yang memegang kunci jawaban. Kalau sama dosen saja kita berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan tugas tersebut. Bagaimanakah dengan tugas kita terhadap TUHAN??????? Apakah sudah kita laksanakan dengan sebaik mungkin???

Sabtu, 07 Mei 2011

Pesantren Mencetak Generasi yang Mandiri

Pesantren Mencetak Generasi Yang Mandiri
Sebelumnya marilah kita mengetahui apakah yang di maksud dengan mandiri itu? Makna Kemandirian Secara umum kemandirian berasal dari kata “mandiri” yang mendapat tambahan ke-an, yang berarti “ diperintah oleh diri sendiri”. Ia merupakan kebalikan dari tergantung kepada pihak lain, yang berarti diperintah orang lain. Jadi ia berdiri sendiri.  
Dapat disimpulkan bahwa hakikat kemandirian adalah kemampuan seseorang membuat keputusan bagi dirinya sendiri. Walau begitu kemandirian tidak sama dengan kebebasan mutlak, kemandirian tersebut memperhitungkan semua faktor yang relevan dalam menentukan arah tindakan yang terbaik bagi semua yang berkepentingan.
Hadari Nawawi menyebut beberapa ciri kemandirian,  yakni:
1.      Mengetahui secara tepat cita-cita yang hendak dicapai.
2.      Percaya diri dan dapat dipercaya serta percaya pada orang lain.
3.      Mengetahui bahwa sukses adalah kesempatan bukan hadiah
4.       Membekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang berguna
5.       Mensyukuri nikmat Allah
Adapun Chabib Thoha menambahkan kriteria lain dalam kemandirian , yakni:
1.      Mampu berfikir secara kritis, kreatif dan inovatif.
2.      Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain
3.      Tidak lari atau menghindari masalah
4.      Memecahkan masalah dengan berpikir yang mendalam
5.      Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda dengan orang lain
6.      Bekerja dengan penuh ketekunan dan kemandirian
7.      Bertanggungjawab atas tindakannya sendiri.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian, faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dalam berhubungan dengan mental dan kejiwaan seseorang. Yang sangat menentukan dari faktor ini adalah kekuatan iman dan ketaqwaan kepada Alloh swt. Faktor luar yang mempengaruhi kemandirian adalah; lingkungan sosial, politik, ekonomi, dan lain-lain.Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah tumbuh dan berkembang sejak masa penyiaran agama Islam.
Pesantren dan Kemandirian
Potret kehidupan Di pondok pesantren adalah santri di ajarkan kebiasaan bagaimana hidup tanpa menggantungkan orang tua saja, oleh karena itulah mau atau tidak, maka para santri tersebut haruslah bisa terbiasa  merawat ataupun berusaha untuk mencukupi kebutuhannya. 
Mengingat pendirian dan pengelolaan pendidikan pesantren dilakukan secara mandiri dan penuh keikhlasan para ulama dan masyarakat pendukungnya, maka di kalangan santripun tumbuh pula jiwa kemandirian, keikhlasan dan kesederhanaan. Gambaran tersebut tercermin pada kemandirian para santri mula-mula ditumbuhkan melalui bimbingan dalam mengurus sendiri kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, membersihkan kamar tidur, dan sebagainya. Semakin dewasa santri di serahi tanggungjawab mengurus satu bagian kegiatan pesantren. Kemudian setelah menjadi santri senior , diberi tanggungjawab memimpin adik-adiknya, atau diserahi tugas mengembangkan program-program pesantren, seperti mengurus majlis ta’lim, koperasi pesantren, kegiatan pramuka santri, program agribisnis, dan sebagainya.
Pada umumnya Pondok Pesantren didirikan oleh para Ulama secara mandiri, sebagai tanggung jawab ketaatan terhadap Allah SWT untuk mengajarkan, mengamalkan dan mendakhwahkan ajaran-ajaran agamanya. Karena pesantren didirikan oleh para ulama atau tokoh agama dengan visinya masing-masing, maka kurikulumnyapun sangat beragam.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pondok pesantren juga terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dalam materi/kurikulumnya, maupun metode pembelajarannya. Pendidikan pesantren sudah semakin disempurnakan dengan pendidikan formal, seperti madrasah dan bahkan juga sekolah umum. Lebih dari itu, tidak sedikit pesantren membuka jenjang pendidikan tinggi, baik pendidikan tinggi agama maupun pendidikan tinggi umum. Tetapi banyak kesamaan fungsi pendidikan pesantren, yaitu pesantren sebagai pusat pendidikan dan pendalaman ilmu-ilmu pengetahuan Islam (tafaqquh fiddin) dan pusat dakhwah Islam. Namun ada hal yang cukup menarik dari pendidikan pesantren, bahwa para kyai dalam mengembangkan lembaga pendidikan, ternyata tidak pernah menghilangkan bentuk aslinya, yakni model pesantren. Sekalipun kyai telah membuka sekolah formal, seperti madrasah, sekolah umum dan bahkan perguruan tinggi umum, misalnya dengan membuka fakultas ekonomi, psikologi, teknik dan lain-lain, system pesantrennya masih dipelihara. Tidak pernah ditemukan, fenomena kyai mengubah pesantrennya menjadi madrasah atau sekolah umum. Madrasah dan atau sekolah umum didirikan di pesantren, dimaksudkan untuk menyempurnakan lembaga pendidikan yang telah ada sebelumnya. Para kyai dalam mengembangkan lembaga pendidikan, bukan mengubah dan apalagi mengganti, melainkan menyempurnakan. Sistem pesantren disempurnakan dengan sekolah umum.
Proses belajar mengajar dalam lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan tidak hanya memberikan bekal pengetahuan dan pengamalan tentang ritual peribadatan, tetapi termasuk membetuk kesalehan perilaku indvidu warganya (santri dan jama'ah) untuk dapat berhubungan antar sesama manusia dan makhluk lain. Sehingga diharapkan kelak ia menjadi pribadi yang memiliki kesalehan individual maupun kesalehan sosial.
Diakui bahwa pendidikan pesantren telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pondok Pesantren telah banyak melahirkan tokoh ulama, tokoh pejuang bangsa , dan tokoh masyarakat. Hingga kini, pondok pesantren tetap exsis dan semakin berkembang serta tetap konsisten melaksanakan fungsinya, mendidik, membimbing para santri, menyiapkan mereka untuk jadi ulama, muballigh, ustadz dan guru agama yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Hanya saja pada kenyataannya, kondisi pesantren sangat tergantung pada kekuatan financial kyai yang bersangkutan. Jika kebetulan kyai memiliki sumber-sumber ekonomi yang cukup, maka lembaga pendidikannya tampak maju dan modern. Tetapi begitu pula sebaliknya sebaliknya, terdapat banyak pesantren yang berjalan seadanya, karena keterbatasan dana.
sesungguhnya Kyai memiliki wawasan pendidikan, yang kadang jauh lebih sempurna, bilamana dibandingkan dengan konsep-konsep yang dikembangkan di sekolah umum dan bahkan oleh perguruan tinggi sekalipun. Tanpa secara formal Kyai mempelajarai ilmu psikologi, sosiologi, antropologi pendidikan dan lain-lain, tampak dalam tataran kehidupan sehari-hari mereka memahami ilmu itu. Setidaknya para Kyai memiliki wawasan tentang disiplin ilmu social itu. Atas dasar wawasan itu, pesantren yang dikelola oleh Kyai tidak pernah mengedepankan aspek formalitas pendidikan.
Jika membandingkan pesantren dengan sekolah umum pada saat sekarang ini, maka, lembaga pendidikan yang dikelola para kyai ini justru memiliki berbagai kelebihan yang justru terkait dengan esensi pendidikan itu sendiri. Kelebihan pendidikan pesantren, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. (1) Pesantren memiliki kemandirian dan otonomi secara penuh, (2) Memiliki semangat juang dan berkorban yang tinggi dari semua yang terlibat di dalamnya. Komersialisasi pendidikan yang berujung terjadi runtuhnya nilai-nilai pendidikan tidak terjadi di lingkungan pesantren. Pesantren dibangun dan dikelola atas dasar keikhlasan dan diniatkan sebagai ibadah, (3) Pendidikan pesantren dijalankan secara lebih komprehensif atau utuh, meliputi pendidikan akhlak, spiritual, ilmu pengetahuan, dan juga ketrampilan; (4) Pendidikan di pesantren dijalankan tidak saja sebatas mentrasfer ilmu pengetahuan, apalagi hanya sebatas informasi, lebih dari itu adalah menstranfer kepribadian. Para Kyai secara langsung memberikan tauladan dan juga membiasakan hal-hal yang baik, sehingga ditiru oleh para santrinya; (5) Pendidikan pesantren tidak mengejar simbul-simbul, seperti sertifikat atau ijazah, melainkan untuk membangun watak atau akhlak yang mulia, (6) dan lain-lain.
Atas dasar kelebihan pendidikan pesantren seperti itu, semestinya pemerintah segera memberikan apresiasi yang cukup. Perhatian pada pesantren tidak hanya pada momen tertentu, semisal tatkala menghadapi pemilu, tetapi juga setiap saat pesantren membutuhkannya. Kyai sesungguhnya tidak berharap banyak bantuan dari manapun, karena bagi Kyai, menyelenggarakan pendidikan dipandang sebagai ibadah, dalam rangka memenuhi tuntutan agamanya. Sekalipun tidak disiapkan dana oleh pemerintah, Kyai tetap menyelenggarakan pendidikan dengan penuh kesabaran, ikhlas, amanah, dan istiqomah. Hal penting yang diharapkan oleh sementara pesantren, adalah pengakuan dan tidak dipertsulit tatkala mau mengembangkan diri. Pesantren ingin mempertahankan kemandiriannya dan tidak berharap bantuan dan balasan dari siapapun, kecuali hanya ingin mendapatkan ridho dari Allah swt. Wallahu a‘lam.

Angkat kata dari:

Pendidikan Kemandirian di Pesantren.Posted by: akangthea on: 17 Juli 2010. In: MIN Cibeureum

KEMANDIRIAN PONDOK PESANTREN DAN TANTANGANNYA DI MASA DEPAN,uin maliki malang.

Menegaskan Kembali Kemandirian Pesantren, Oleh : Ali Muhdi Amnur



 

DAJJAL

Keluarnya dajjal
Setelah Imam Mahdi, satu penanda besar hari kiamat yang akan muncul adalah Dajjal. Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculannya akan didahului dengan sejumlah peristiwa besar.
Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yang akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari bertanya.” (HR. Muslim no. 1)
Meskipun tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yang akan muncul sebelum terjadinya. Tanda-tanda hari kiamat ada dua, shugra dan kubra.
Tanda kiamat shugra banyak jumlahnya, Di antaranya yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Jibril: “(Jibril) berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuannya, dan kamu lihat orang yang telanjang kaki dan telanjang badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim no. 1)
Adapun tanda kiamat kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:”Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)
Di antara tanda kiamat kubra yang termaktub dalam hadits di atas adalah keluarnya Dajjal. Pembahasan masalah keluarnya Dajjal merupakan pembahasan penting disebabkan beberapa faktor yang disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu:
  1. Banyaknya orang yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dakwah meragukan akan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan terbunuhnya Dajjal.
  2. Kebanyakan manusia tidak terbiasa membicarakan masalah keluarnya Dajjal dan turunnya
  3. ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam. (Lihat Qishshah Al-Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa, karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)
Dajjal
Secara bahasa:
Disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dalam kitab beliau At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai untuk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab (tukang dusta), Mumawwih (yang menipu manusia). Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian karena dia adalah manusia yang paling besar penipuannya.”
Dalam istilah syar’i:
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Seorang laki-laki pendusta (penipu) yang keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb.” (Syarah Lum’atul I’tiqad)
Peringatan akan Keluarnya Dajjal
Para nabi telah memperingatkan akan keluarnya Dajjal. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah matanya, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.” (HR. Ahmad, Al Bukhari, Muslim, 2930/169)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah matanya, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Buta satu matanya, pendusta. Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal: ك ف ر -yakni kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)
Dalam riwayat lain:
“Bisa dibaca oleh semua mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak.” (HR. Muslim 2934/105)
Kejadian-Kejadian Sebelum Keluarnya Dajjal
Banyak kejadian telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang keluarnya Dajjal. Di antara kejadian-kejadian tersebut:
  1. Banyaknya yang tewas ketika kaum muslimin melawan Romawi
Diriwayatkan dari Yusai bin Jabir: Bertiup angin di Kufah, datanglah seorang pria yang ucapannya hanyalah: “Ya Abdullah bin Mas’ud, kiamat telah datang.” Maka beliau duduk dan bersandar kemudian berkata: “Sesungguhnya kiamat tak akan terjadi hingga tidak dibagikan lagi warisan dan tidak bergembira dengan ghanimah.” Beliau berisyarat dengan tangannya ke arah Syam seraya berujar: “Akan ada musuh yang berkumpul untuk menyerang kaum muslimin maka kaum muslimin pun berkumpul untuk melawan mereka.” Aku katakan: “Romawi yang anda maksud?” Beliau menjawab: “Ya. Ketika itu akan terjadi peperangan yang dahsyat. Majulah kaum muslimin siap untuk mati (membela agama), tak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan tersebut hingga terhalangi waktu malam.
Maka kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati telah tiada. Kemudian maju sekelompok kaum muslimin yang siap untuk mati, tidak pulang kecuali dalam keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati pun habis. Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dalam jumlah yang tak pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung yang terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya. Ketika itu ada orang-orang yang mencari keluarga bapaknya hanya mendapatkan seorang saja padahal sebelumnya mereka berjumlah seratus orang. (Kalau begini keadaannya) dengan ghanimah seperti apa dia akan gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dalam keadaan demikian, mereka mendengar sesuatu yang lebih besar dari itu. Datang seseorang yang berteriak (bahwa) Dajjal telah mendatangi keluarga mereka. Maka mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka, dan mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu atau di antara pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu’.” (HR. Muslim no. 2899)
  1. Banyaknya kemenangan diraih kaum muslimin
Dari Nafi’ bin ‘Utbah radhiyallahu ‘anhu: Kami bersama Rasulullah dalam satu peperangan. Datang kepada Nabi satu kaum dari Maghrib memakai pakaian dari wol
(bulu domba). Mereka bertemu Rasulullah di sebuah bukit dalam keadaan berdiri sedangkan Rasulullah duduk. Batinku berkata: ‘Datangilah mereka dan berdirilah antara mereka dengan Rasulullah agar jangan sampai mereka menculik Rasulullah’.
Kemudian aku berkata (dalam hati, -pen.): ‘Mungkin beliau ingin berbicara khusus bersama mereka.’ Aku pun mendatangi mereka dan duduk di antara Rasulullah dan mereka. Aku hafal dari beliau empat kalimat, aku hitung dengan jariku. Beliau berkata: ‘Kalian akan berperang melawan jazirah Arab dan Allah berikan kemenangan kepada kalian. Kemudian memerangi Persia dan kalian pun menang. Kalian memerangi Romawi kalian pun diberikan kemenangan oleh Allah. Dan kemudian kalian berperang melawan Dajjal, Allah juga memberikan kemenangan untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2900)
  1. Kaum Muslimin menguasai Konstantinopel (Istanbul, red.)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga orang Romawi datang di A’maq atau Dabiq (dua tempat di Syam). Keluarlah pasukan dari Madinah untuk menghadapi mereka. Mereka adalah di antara penduduk bumi yang terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan, orang Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang telah ditawan dari kaum kami.’ Kaum muslimin berkata: ‘Tidak, kami tak akan membiarkan kalian memerangi saudara kami.’ Akhirnya mereka pun bertempur. Larilah sepertiga pasukan yang Allah tak akan memberi taubat kepada mereka, sepertiga pasukan muslimin terbunuh dan mereka adalah syuhada yang paling afdhal di sisi Allah, sepertiga pasukan lagi yang tersisa mendapat kemenangan dan mereka tak akan terkena fitnah (ujian) selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah (Konstantinopel, dahulu merupakan ibukota Romawi Timur, red.). Ketika mereka tengah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun, berteriaklah setan: ‘Masihid (Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian.’ Mereka pun keluar, padahal itu adalah berita batil. Ketika mereka sampai di Syam, keluarlah Dajjal….” (HR. Muslim no. 2897)
  1. Dajjal keluar ketika telah sedikitnya orang Arab
Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Sungguh manusia akan melarikan diri dari Dajjal ke gunung-gunung.” Ummu Syarik berkata: “Ya Rasulullah, di mana orang-orang Arab ketika itu?” Beliau menjawab: “Mereka sedikit.” (HR. Muslim no. 2945)
  1. 5. Sebelum keluarnya Dajjal, manusia tertimpa tiga paceklik yang dahsyat sehingga mereka mengalami kelaparan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan langit di tahun pertama untuk menahan sepertiga hujan, memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan tanah untuk menahan dua pertiga tanamannya. Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun ketiga menahan semua hujannya, tak ada yang turun satu tetespun dan memerintahkan tanah untuk menahan semua tumbuh-tumbuhan. (Sebagaimana dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu dan Asma` bintu Yazid Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha. Lihat kitab Qishshatu Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa wa Qatlihi Iyyahu karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)Sebab Keluarnya Dajjal
Sebabnya adalah karena satu amarah. Ummul Mukminin Hafshah bintu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata kepada Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Tidakkah kau tahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Dia keluar hanyalah karena satu amarah yang ia rasakan.” (HR. Muslim no. 2932)
Tempat keluarnya Dajjal
Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan perkara Dajjal pada satu hari. Beliau merendahkan dan kadang mengeraskan suaranya hingga kami menyangka dia ada di pojok kebun korma. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Selain Dajjal lebih aku takutkan (menimpa) kalian. Karena jika Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian niscaya aku akan menjadi pelindung kalian. Jika dia keluar ketika aku telah tiada maka setiap muslim akan menjadi pembela dirinya sendiri. Allah yang akan menjaminku membela setiap muslim. Dia adalah seorang pemuda yang sangat keriting, matanya tidak ada cahayanya, aku mengira dia mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya bacalah awal surat Al-Kahfi. Dia akan keluar dari jalan antara Syam dan Irak, berjalan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah, istiqamahlah.” (HR. Muslim no. 2937)
Dajjal adalah Cobaan yang Terbesar
Dajjal merupakan cobaan paling besar yang menimpa manusia di dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yang lebih besar dari Dajjal (dalam satu riwayat: fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal).” (HR. Muslim no. 2946)
Negeri yang Tidak Dimasuki Dajjal
Tidak ada satu negeri pun di bumi ini kecuali akan didatangi dan dikuasai Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan didatangi (dikuasai) Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu celah pun di negeri tersebut kecuali ada malaikat yang menjaganya. Kemudian Dajjal datang ke suatu daerah -di luar Madinah- yang tanahnya bergaram. Bergoyanglah Madinah tiga kali, Allah keluarkan dengan sebabnya semua orang kafir dan munafiq dari Madinah.” (HR. Muslim no. 2943)
Di antara negeri yang tidak didatangi (tidak dikuasai) Dajjal adalah Baitul Maqdis dan bukit Tursina. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dia akan tinggal selama 40 hari mendatangi semua tempat kecuali empat masjid: Masjidil Haram, Masjid Madinah, Bukit Tursina (Palestina), dan Masjidil Aqsha (Palestina).” (HR. Ahmad dan lainnya. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Al-Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa)
Lama Tinggalnya Dajjal di Bumi
Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan:
“…Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, berapa lama Dajjal tinggal di bumi?’
Rasulullah berkata: ‘40 hari. Satu harinya seperti satu tahun, kemudian seperti sebulan, kemudian seperti sepekan, kemudian hari-hari lainnya seperti hari kalian sekarang…’.” (HR. Muslim no. 2937)
Yang membunuh Dajjal
setelah Dajjal tinggal di bumi 40 hari, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menurunkan Nabi ‘Isa‘alaihissalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim no. 2940)
Dalam riwayat lain:
“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis –Palestina, red.). Beliau pun membunuhnya.” (HR. Muslim no. 2937)
Dalam hadits lain:
“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala (yakni Dajjal, -pen.) melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, melelehlah (tubuhnya) sebagaimana garam meleleh di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa, akan tetapi Allah membunuhnya melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam, memperlihatkan darahnya kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.” (HR. Muslim 2897)
Inilah sekelumit permasalahan Dajjal yang perlu kita ketahui dan imani. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari fitnah Dajjal dan menambah keimanan kita.
Wa akhiru da’wana anilhamdulillahi Rabbbil ‘alamin

kaca dari sekam padi

RINGKASAN
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Kaca merupakan bahan yang mengandung kadar silika cukup tinggi yaitu sebesar 72,4 %, sehingga kaca dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bahan baku pembuatan silika gel. Penelitian ini dilakukan sintesis silika gel dari kaca dengan natrium hidroksida dan asam sitrat. (Siti Samahatun Niami, 2003)
Silika diekstraksi dengan natrium hidroksida pada variasi suhu ekstraksi 400o C, 500 oC, 600 oC,700 oC, dan 800 oC. Kandungan Si terlarut dianalisis dengan AAS. Natrium silikat yang dihasilkan direaksikan dengan asam sitrat hingga terbentuk hidrogel pada variasi pH pembentukan gel 5, 6, 7, 8, dan 9. Hidrogel yang dihasilkan dipanaskan sampai terbentuk serogel. Gugus fungsi silika gel hasil sintesis dibandingkan dengan silika gel kiesel 60 dengan metode FTIR. Karakterisasi silika gel hasil sintesis melalui analisis tingkat keasaman, kadar air, dan kapasitas adsorpsi. Uji adsorpsi oleh silika gel hasil sintesis terhadap logam Mg2+, Cu2+ dan Ag+ dianalisis dengan AAS. (Siti Samahatun Niami, 2003)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur ekstraksi silika minimal pada 600 oC. Spektra FT-IR memperlihatkan bahwa silika gel hasil sintesis mempunyai gugus silanol dan siloksan yang merupakan gugus karakteristik silika gel. Tingkat keasaman silika gel hasil sintesis semakin berkurang dengan naiknya pH pembentukan silika gel, dan tingkat keasaman tertinggi pada S.G-5. Kadar air pada pH basa lebih tinggi dari pada pH asam sedangkan kapasitas adsorpsi air pada pH asam lebih besar daripada pH basa. Adsorpsi logam tertinggi adalah pada logam Mg yaitu sebesar 1,768 10-2 mol/gram. (Siti Samahatun Niami, 2003)
Saat ini sudah diketahui bahwa abu sekam padi ternyata mengandung silika yang kemudian dimanfaatkan dalam banyak hal yaitu sebagai pembangkit listrik, kompor bahan bakar sekam padi, dan semen sekam padi. Ide-ide tersebut muncul karena bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian.
Pemanfaatan sekam padi yang mengandung silika sebagai bahan pembuatan kaca sudah banyak ditemukan. Akan tetapi penulis mempunyai inovasi baru yakni pembuatan kaca anti peluru dengan menggunakan abu sekam padi yang mengandung silika dan dengan campuran nata de coco. Selain bisa mengurangi permasalahan limbah tani, penulis ingin memberi inovasi baru dalam pembuatan kaca anti peluru dari bahan baku sederhana. 
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Inovasi yang kreatif selalu menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia. Karena karya inovatif dan kreatif dirasa mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tentunya inovasi yang dimaksud ditujukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kreatifitas yang laku tentu saja yang proporsional, efisien dan tidak terlalu mahal. Hal ini berkaitan dengan bahan yang digunakan dalam menghasilkan produk yang inovatif. Semakin sederhana, murah dan mudah didapat bahan yang digunakan maka semakin laku produk yang dipasarkan.
Kreatifitas Masyarakat Indonesia dalam menciptakan produk, sampai saat ini terus berkembang. Pemakaian bahan-bahan sederhana yang digunakan untuk menghasilkan karya berharga terus menjadi landasan masyarakat guna memenuhi kebutuhannya. Dari hal sepele kemudian disulap menjadi barang yang bernilai tinggi. Hingga limbah yang dulu dianggap tidak berguna, kini menjadi bahan penelitian guna mengambil manfaat dari limbah tersebut.
Salah satu limbah pertanian yakni sekam padi sudah banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan masyrakat. Diantaranya yaitu sebagai pembangkit listrik, pembuatan semen, dan kompor bahan bakar sekam padi. Akan tetapi inovasi tersebut dirasa penulis kurang inovatif. Sekam padi ternyata memiliki kandungan berharga yang mampu diinovasi menjadi bahan yang lebih bermutu tinggi.
Sekam padi mempunyai kandungan silika di dalamnya. Silika merupakan bahan baku pembuatan kaca, hal ini diketahui melalui penelitian menggunakan sintesis silika gel dari kaca dengan natrium hidroksida dan asam sitrat, ternyata di dalam kaca mengandung 72,4 % silika(Siti Samahatun Niami, 2003). Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan pembuatan kaca sudah pernah dilakukan oleh masyarakat. Akan tetapi dirasa kurang maksimal. Oleh karena itu penulis mempunyai ide untuk lebih memaksimalkan sekam padi sebagai bahan baku pembuatan kaca.
Kaca yang selama ini dibuat kurang inovatif karena hanya menggunakan bahan utama silika (Si) saja. Ide yang ditawarkan penulis yaitu mengkombinasikan silika dan nata de coco menjadi kaca anti peluru yang aman digunakan bagi Militer dan masyarakat yang berada di daerah rawan peperangan.
Kaca anti peluru yang kami buat tidak hanya ditujukan untuk kalangan militer atau masyarakat yang rawan perang saja. Karena kaca yang kuat dan tahan peluru maka bisa digunakan bagi semua kalangan masyarakat yang ingin membangun rumah, gedung, dan tempat-tempat tinggal yang lain supaya bangunan yang akan didirikan menjadi lebih kuat dan aman.
1.2 Tujuan Penulisan
a. Mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia
b. Memberikan keamanan bagi kalangan Militer di Indonesia
c. Mengurangi limbah pertanian
d. Memunculkan produk inovatif dan kreatif dari bahan yang sederhana
e. Mendorong masyarakat agar lebih kreatif dan inovatif
1.3 Manfaat Penulisan
a. Memberi kontribusi kepada Pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya
b. Masyarakat merasa lebih aman dengan tempat tinggal yang menaunginya
c. Membantu kebersihan lingkungan terutama lingkungan pertanian
GAGASAN
2.1 Pemanfaatan Silika dari Sekam Padi Sejauh ini
Ngafwan.,et. al., Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta telah melakukan penilitian pada tahun 2007 tentang pemnafaatan limbah sekam padi untuk pembuatan komposit hambat panas menggunakan matrik resin. Dia mengemukakan bahwa Sifat hambat panas yang dimiliki sekam padi tersebut perlu pengembangan untuk menjadi komposit baru dengan bahan dasar dari limbah sekam padi untuk dijadikan komposit hambat panas. Sebagai penelitian awal ini dipilih Resin sebagai matrik dan limbah sekam padi sebagi serat pendek yang disusun secara acak sehingga terbentuk material komposit,karena setiap material mempunyai sifat terhadap fisis dan mekanis, makamelakukan penelitian ini dilakukan uji hambat panas, bending dan impak. Untuk memperoleh sebaran data penelitian maka penelitian ini dilakukan dengan langkah membuat variasi fraksi volume serat bervariasi.
Selanjutnya, Slamet Sulaiman pada tahun 2005 mempunyai gagasan lain yaitu Sekam padi sebagai hasil samping atau tepatnya limbah penggilingan mempunyai nilai ekonomis relative tergantung pada kondisi daerah masing masing, didaerah pengrajin batu merah sekam padi mempunyai nilai ekonomis yang cukup berarti karena dimanfaatkan untuk pembakaran batu merah dicampur dengan batubara curah kalori rendah, didaerah peternakan ayam baik ayam pedaging atau ayam petelor sekam padi juga mempunyai nilai ekonomis yang berarti karena diperlukan untuk chiken litter (alas kotoran ayam), namun banyak dibeberapa daerah penghasil padi sekam padi merupakan masalah, merupakan limbah yang untuk membuangnyapun memerlukan biaya Sisa sekam padi untuk energy. Selebihnya dari penyerapan diatas sekam padi dapat dikonversi menjadi energy yang cukup potensial, tidak bicara tentang statistik nasional dan implementasi yang sulit dicapai, tetapi masalahnya bagaimana sisa sekam padi dapat di implementasikan setempat/ regional minimal untuk mensubtitusi sebagian energy fosil/ BBM yang digunakan untu memproduksi gabah itu sendiri, sehingga berdampak langsung pada pengurangan biaya produksi pertanian (menaikkan pendapatan petani ) dan mengurangi biaya subsidi. Sekam padi sebagai sumber energy panas.
Beberapa negara juga telah mulai mengembangkan dan memanfaatkan sekam padi untuk energy, dari energy pedesaan (rural energy) sampai untuk pembangkitan tenaga listrik , pengembangan tersebut selain berdasar pertimbangan ekonomis ,pertimbangan pengurangan emisi carbon dikaitkan dengan cdm, protocol Kyoto dan isu perubahan iklim global, juga dengan prediksi bahwa kedepan bahan bakar fosil akan makin mahal dan langka sehingga harus diupayakan pengembangan energy baru utamanya energy terbarukan (renewable energy) Komposisi gas yang dihasilkan gasifikai sekam padi dilaporkan sbb: CO 13,4% H2 11,1% CH4 22% N2 58,9% H2O 4.13% Lower heating value 40.223 KJ/Nm specifik gas output 2.39 Nm3/kg sekam kering.( Slamet Sulaiman ,2005-2008)
Alexis Belonio dari Filipina mengembangkan kompor berbahan bakar sekam padi. Ide ini didapatkan dari rasa tidak tega melihat sekam padi yang tidak dimanfaatkan secara efektif. Kompor sekam ini terdiri dari dua bagian pokok, gasifier dan burner. Cara kerjanya, sekam dalam bejana berbentuk silinder dibakar dari bagian atas. Udara bertekanan dialirkan dari bagian dasar kompor menggunakan fan listrik kecil untuk membantu pembakaran. Sekam tidak sekaligus terbakar sempurna, tetapi terbakar parsial menghasilkan hydrogen, karbon monoksida dan berbagai hidrokarbon ringan. Proses ini disebut pirolisis, atau penguraian oleh panas. Hasil pirolisis tersebut kemudian diumpankan ke burner/ pembakar sekunder yang menutupi permukaan atas bejana tadi.
Kelebihan kompor ini adalah selain desainnya yang sederhana, gas hasil pirolisis dapat didinginkkan dan dialirkan melalui pipa tanpa kehilangan kualitas api yang biru. Akibatnya bermacam-macam konfigurasi dapat dilakukan. Yang paling sederhana adalah menggabungkan burner dan gasifier. Konfigurasi lain dapat juga dengan memisahkan gasifier dengan burner yang terhubung pipa besi. Jumlah burner pun bisa lebih dari satu tergantung kapasitas gasifier.
Kelemahan kompor ini adalah pengoperasian tunggal, mengharuskan penghentian api saat mengisi ulang sekam. Setelah sekam terbakar menjadi arang, kerapatannya menjadi lebih tinggi, sehingga membutuhkan pasokan udara yang bertekanan lebih tinggi. Juga setelah menjadi arang, sekam tidak menghasilkan gas lagi sehingga harus diganti sekam yang baru. Walaupun demikian, kelemahan ini dapat diatasi dengan menggunakan 2 buah gasifier yang dinyalakan bergantian.
Itulah beberapa pemanfaatan sekam padi yang sudah pernah dilakukan selama ini. Tentunya ide-ide yang pernah terealisasi mempunyai kelemahan dan keunggulan masing-masing. Oleh sebab itu perlu inovasi dan kreatifitas yang lain dalam pemanfaatan sekam padi.
2.2 Kandungan Silika Pada Sekam Padi Dan Cara Pemisihannya
Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar.
Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30% dari bobot gabah. Penggunaan energi sekam bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran untuk bahan bakar bagi rumah tangga petani. Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang harganya terus meningkat akan berpengaruh terhadap biaya rumah tangga yang harus dikeluarkan setiap harinya.
Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan.
Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mengandung beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat di bawah.
Komposisi kimia sekam padi menurut Suharno (1979) :
• Kadar air : 9,02%
• Protein kasar : 3,03%
• Lemak : 1,18%
• Serat kasar : 35,68%
• Abu : 17,17%
• Karbohidrat dasar : 33,71
Komposisi kimia sekam padi menurut DTC – IPB :
• Karbon (zat arang) : 1,33%
• Hidrogen : 1,54%
• Oksigen : 33,64%
• Silika : 16,98%
Setelah dilakukan pembakaran pada sekam padi dan terbentuk abu maka komposisi dari silika lebih besar, yakni sekitar 86,9%-97,8%.(Septiana Dwi Putri Yanti,2003).
Dengan komposisi kandungan kimia seperti di atas, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di antaranya:
• sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia,
• sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan silika (SiO2) yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah, (c) sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.
Selain yang disebutkan di atas, melihat dari kandungan silikanya sekam padi juga dapat dimanfaatan sebagai bahan dasar pembuatan kaca. Sebenarnya akhir-akhir ini pembuatan kaca dari pemanfaatan sekam padi sudah pernah dilakukan oleh masyarakat. Akan tetapi dirasa masih kurang maksimal. Oleh sebab itu penulis memiliki gagasan untuk pemnfaatan sekam padi sebagai pembuatan kaca.
Cara memisahakan silika dari sekam padi dilakukan dengan metode sol-gel. Yakni silika yang merupakan kandungan utama dari silika gel dimodifikasi porinya dengan penambahan ammonium karbonat sebagai molekul pengarah. Silika gel-ammonium karbonat dibuat dengan menambahkan ammonium karbonat ke dalam larutan natrium silikat hingga gelasi selesai. Gel yang terbentuk dipanaskan pada 50 oC selama 18 jam, dan dipanaskan kembali pada 80 oC dengan variasi waktu 6, 12 dan 18 jam. Gel dicuci hingga netral dan dikeringkan pada 100 oC selama 2 jam. Karakterisasi hasil dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FTIR dan surface area analyzer. Daya adsorpsinya ditentukan dengan metode kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak kembang sepatu.
Silika gel yang dihasilkan memiliki distribusi ukuran pori yaitu mikropori dan mesopori dengan fraksi yang dominan adalah pada daerah mesopori. Silika gel yang dihasilkan (SG-4) merupakan silika gel yang memiliki kemurnian paling tinggi, tetapi memiliki porositas paling rendah dengan jari-jari pori, luas permukaan dan volume pori total material hasil sintesis berturut-turut adalah 4,87 Å; 2,00 m2/g dan 0,49 cm3/g. SG-4 hasil sintesis tidak efektif digunakan sebagai fasa diam (adsorben) dalam metode kromatografi lapis tipis pada pemisahan senyawa-senyawa organik dalam ekstrak kembang sepatu.
2.3 Kegunaan Nata de Coco pada kaca
Nata De Coco merupakan jenis komponen minuman yang terdiri dari senyawa selulosa (dietry fiber), yang dihasilkan dari air kelapa melalui proses fermentasi, yang melibatkan jasad renik (mikrobia), yang selanjutnya dikenal sebagai bibit nata.
Nata de coco di hasilkan oleh bakteri Acetobacter xylinum untuk memproduksi selulosa ekstra-seluler atau yang kemudian di se-but nata de coco. Mungkin sulit dibayangkan jika nata de coco yang biasa kita makan, suatu saat muncul di hadapan kita dalam bentuk layar televisi atau monitor komputer. Tapi para ilmuwan dari Kyoto University telah menemukan bahwa ternyata nata de coco dapat diolah menjadi material baru yang sangat kuat dan tahan panas, tetapi sekaligus lentur, dan mampu men-transmisi-kan cahaya. Salah satu produk yang mungkin dihasilkan dari nata de coco adalah kaca
Komposit nata de coco bisa memiliki kekuatan yang sangat baik karena nata de coco memiliki microfibrils yang seragam dengan ukuran fiber kurang dari 10 nm, lurus serta membentuk jaringan seperti jaring laba-laba. Kekuatan jaringan inilah yang menjadikan komposit nata de coco mendekati kekuatan baja ringan namun dengan kerapatan yang jauh lebih rendah bila dibandingkan baja ringan. Keunggulan tersebut memungkinkan komposit nata de coco untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi seperti industri otomotif, elektronik, maupun konstruksi. Selain keunggulannya yang ringan, kuat, murah dan mudah dalam proses pembuatannya, keunggulan lainnya adalah komposit tersebut dibuat dari bahan alami (renewable resources) yang ketersediaannya di alam sangat melimpah. Hal ini menjadi motovasi penulis untuk menggunakan nata de coco sebagai bahan campuran dalam pembuatan kaca. Sehingga kaca yang dihasilkan menjadi lebih kuat.
Ternyata selain air buah kelapa, skim santan juga dapat dipergu-nakan sebagai bahan baku utama pembuatan nata de coco. Proses terbentuk-nya nata adalah sbb: sel-sel Ace-tobacter Xylinum mengambil glu-kosa dari larutan gula, kemudian digabungkan dengan asam lemak membentuk prekursor pada membran sel, kemudian keluar bersama-sama enzim yang mempolimerisasikan glukosa menjadi selulosa diluar sel. Prekursor dari polisakarida tersebut adalah GDP-glukosa. Pembentukan prekursor ini distimulir oleh adanya katalisator seperti Ca2+, Mg2+. Prekursor ini kemudian mengalami polimerisasi dan berikatan dengan aseptor membentuk selulosa.
Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan Karbon © dan Nitrogen (N), melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim akstraseluler yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersbeut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Nata yang dihasilkan tentunya bisa beragam kualitasnya. Kualitas yang baik akan terpenuhi apabila air kelapa yang digunakan memenuhi standar kualitas bahan nata, dan prosesnya dikendalikan dengan cara yang benar berdasarkan pada factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas Acetobacter xylinum yang digunakan.
2.4 Pembuatan kaca
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Tetapi seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang senyawa unik ini? Inilah beberapa fakta tentang kaca.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara teratur.
Cara pembuatan kaca dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu pembuatan natrium silikat dan pembentukan gel. Natrium silikat diperoleh melalui reaksi antara serbuk kaca dengan Na2CO3 pada temperatur peleburan 750-900 0C dengan rentang temperatur 50 0C. Natrium silikat yang terbentuk dilarutkan dalam akuades dan kemudian dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Selanjutnya, pembentukan silika gel dilakukan dengan menambahkan HCl secara bertetes-tetes pada larutan natrium silikat sampai mencapai pH 7. Variasi konsentrasi HCl yang digunakan yaitu 0,2 M, 0,5 M, 1 M, 3 M, dan 6 M. Silika gel yang dihasilkan digunakan sebagai adsorben Mg(II). Karakterisasi silika gel dilakukan dengan menggunakan SSA untuk mengetahui kandungan natrium sebagai pengotor dan Spektrofotometer Infra-merah (IR) untuk mengetahui gugus silanol dan siloksan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada temperatur 900 0C diperoleh kandungan silika terlarut terbesar (2,32 mol/L). Konsentrasi HCl 0,5 M paling efektif digunakan untuk pembuatan silika gel. Silika gel yang dihasilkan memiliki tekstur gel lunak, persentase rendemen tertinggi (40,47 %), kandungan natrium paling rendah (12,55 %) dan daya adsorpsi terhadap Mg(II) sebesar 97,08 %.
Sedangkan dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut:
Na2CO3 + aSiO2 ? Na2O.aSiO2 + CO2
CaCO3 + bSiO2 ? CaO.bSiO2 + CO2
Na2SO4 + cSiO2 + C ? Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO
Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia.
2.5 Inovasi baru yang akan ditawarkan
Setelah membahas beberapa hasil karya pemanfaatan sekam padi dan proses pembuatan nata de coco. Di sini penulis akan mengemukakan ide kreatif dan inovatif yang konkrit. Pemanfaatan sekam padi selama ini untuk dibuat karya inovatif yakni kaca kurang maksimal dilakukan oleh kalangan masyarakat. Kandungan silika (Si) yang berada di dalam sekam padi dapat digunakan dalam pembuatan kaca. Akan tetapi hal itu dirasa kurang inovatif karena pembuatan kaca sudah menjadi hal biasa. Bahkan sudah banyak pabrik yang memproduksi kaca.
Kaca yang biasa akan bisa menjadi sesuatu nilai lebih jika produksi kaca lebih berinovasi. Penulis mencoba mengkombinasikan silikat gel yang terkandung di dalam kaca dengan nata de coco yang kaya akan serat. Kombinasi keduanya akan mampu menghasilkan kaca anti peluru.
Bagaimana caranya?
Langakah atau metode pembuatan kaca anti peluru ini cukup sederhana seperti metode pembuatan kaca dari bahan silika yang dibahas pada sub bab di atas. Akan tetapi yang membedakan yaitu pada satu tahap setelah mengekstrak kandungan silika yang ada di dalam sekam padi dengan suhu minimal 600 oC, kemudian silika gel dengan komposisi sekitar 72,4 % ditambah dengan nata de coco yang masih cair dengan komposisi sekitar 20 %. Dan sisanya merupakan partikel2 lain yaitu oksigen (O2) dan karbon oksida (CO2). Campuran nata de coco ditujukan untuk kekuatan kaca tersebut karena nata de coco mempunyai serat yang tinggi, hal ini memberikan keunggulan dalam pembuatan kaca anti peluru tersebut.
Dengan langkah tersebut di atas maka akan dihasilkan kaca yang transparan dan anti peluru. Sangat aman digunakan oleh militer dan cocok digunakan untuk mendirikan bangunaan yang kokoh dan lebih aman.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, S., Azmiyawati, C., dan Taslimah, 2005, Pembuatan Silika Gel Dari Abu Sekam Austin, G., T., E., 1996, Industri Proses Kimia, a.b. Jasifi, Jilid 1, Edisi Kelima,
Budavari, S., Windoholz, M., and Stroumtos, L. Y., 1989, The Merck Index,
Chang, R., and Tikkanen, W., 1998, The Top Fifty Industrial Chemicals, Random
Daintith, J., 1994, Kamus Lengkap Kimia, Edisi Baru, Erlangga, Jakarta Dewi, Retno A., P., Diponegoro, Semarang Padi Dengan Menggunakan Asam Sitrat, Skripsi, FakultasMIPA Universitas Diponegoro, Semarang
Erlangga, Jakarta Azmiyawati, C., 2004, Modifikasi Silika Gel dari Gugus Sulfonat Untuk
House Inc, New York Companion, A. L., 1991, Ikatan Kimia, Edisi Kedua, ITB, Bandung http://eprints.undip.ac.id/7540/1/Abstrak_SeptianaDP.pdf diposting oleh Septiana Dwi Putri Yanti.Diakses pada jam 20.30 WIB hari minggu tanggal 12 Desember 2010
Meningkatkan Kapasitas Adsorpsi Mg (II), Indonesian Journal Chemistry, Universitas
Merck and Co, New Jersey
Sekam Padi Dengan Menggunakan Asam Oksalat, Skripsi, Fakultas MIPA Universitas Diponegoro, Semarang
Sriyanti, dan Pardoyo, 2005, Pembuatan Silika Gel Dari Abu

Hari Kiamat

Tanda-Tanda Hari Kiamat
Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.
Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.
Tanda-Tanda Kiamat Kecil
Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu kehadirat Allah SWT(sehingga makin bertambah kebodohan), merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.
Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:
1. Diutusnya Rasulullah saw
Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)
2. Disia-siakannya amanat
Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)
3. Penggembala menjadi kaya
Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.”(HR Muslim)
4. Sungai Efrat berubah menjadi emas
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)
5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam
”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)
7. Munculnya kaum Khawarij
Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).
8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)
9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)
10. Dominannya Fitnah
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).
11. Sedikitnya ilmu
12. Merebaknya perzinahan
13. Banyaknya kaum wanita
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)
14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)
15. Menyebarnya riba dan harta haram
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)


Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Tanda-Tanda Kiamat Besar
Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.
Hudzaifah bin As-yad al-Ghifaryberkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi MuhammadS.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :
  1. Asap
  2. Dajjal
  3. Binatang melata di bumi
  4. Terbitnya matahari sebelah barat
  5. Turunnya Nabi Isa A.S
  6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  7. Gerhana di timur
  8. Gerhana di barat
  9. Gerhana di jazirah Arab
  10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.
Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa.Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka. Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, iaakan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’. Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.Sakan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satulagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini,bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.
Rasulullah S.A.W telah bersabda,” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualandi pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina,orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”
Berkata Ali bin Abi Talib,Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja,agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut AsmaAllah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain dari pada agama, orang lelaki taat kepada isterinya,mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”
Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya: Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)
Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :
  1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
  2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
  3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
  4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
  5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.
Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut Kiamat.
Kiamat pasti tiba tanpa ragu sedikit pun, kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Qur`an dalam jumlah yang besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
a. Firman Allah, “Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).
b. Firman Allah, “Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).
c. Firman Allah, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).
Dari sunnah Nabi saw di antaranya sabda beliau,
“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Meskipun Kiamat pasti terjadi akan tetapi Allah merahasiakan waktunya. Dia tidak berkenan memberitahukan kepada seorang pun, tidak kepada nabi yang diutus tidak kepada malaikat yang dekat. Jadi ilmu tentangnya mutlak di tangan Allah semata.
Dalil yang menetapkan hal itu di antaranya:
Firman Allah, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 187).
Firman Allah, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman: 34).
Firman Allah, “Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab: 63).
Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi saw menjawab,

“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Walaupun Allah merahasiakan kapan terjadinya Kiamat akan tetapi tidak dengan tanda-tandanya. Dia berkenan memberitahukannya kepada Nabi saw lalu beliau menyampaikannya kepada kita. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,
“Kiamat tidak terjadi sehingga ada dua kelompok besar bertikai yang memakan korban besar, seruan keduanya satu, dan sehingga muncul para Dajjal pembual besar mendekati 30, semuanya mengaku sebagai rasul Allah dan sehingga ilmu diangkat, gempa terjadi dalam jumlah besar, zaman menjadi dekat, fitnah besar muncul dan pembunuhan merajalela, sehingga harta melimpah di kalangan kalian, ia melimpah sehingga pemilik harta mencari-cari siapa yang menerima sedekahnya, dan sehingga dia menawarkannya maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak memerlukannya,’ sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan dan sehingga seseorang melewati kubur orang lain dan dia berkata, ‘Seandainya aku yang menggantikannya’.”